KLAGENFURT, KAMIS – Jerman benar-benar hancur berantakan saat melawan Kroasia di laga kedua penyisihan Grup B Piala Eropa 2008, Kamis (12/6) malam. Bukan cuma harus menanggung malu karena kalah 1-2, Der Panzer juga mengakhiri laga di Klagenfurt itu dengan 10 pemain setelah Bastian Schweinsteiger dikartumerah pada menit ke-90.
Dengan hasil ini, Kroasia memastikan diri maju ke perempatfinal dan telah mengambil satu tiket dari Grup B. Sedangkan Jerman, kekalahan tersebut membuat mereka harus bekerja ekstra keras pada laga pamungkas nanti ketika melawan Austria, Selasa (17/6), untuk mendapatkan satu tiket tersisa.
Hanya kemenangan atas Austria nanti yang menjamin Jerman ke babak delapan besar. Namun, skenario tim besutan Joachim Loew itu bisa berubah jika Polandia berhasil menaklukkan Austria pada laga Jumat (13/6) dinihari WIB.
Pasalnya, jika Polandia menang atas Austria maka mereka juga punya peluang lolos jika di laga terakhir bisa mengalahkan Kroasia. Dengan asumsi Polandia memenangkan semua pertandingan dan Jerman juga menang atas Austria, maka selisih gol yang akan menentukan nasib kedua tim.
Menjelang duel Jerman vs Kroasia, pelatih Slaven Bilic mengatakan bahwa mereka tak gentar dengan nama besar Jerman. Bahkan, mantan pemain West Ham United dan Everton itu berani memasang target memenangkan duel krusial tersebut.
“Kami harus memenangkan pertandingan lawan Jerman. Jika benar, maka peluang kami untuk menjadi juara Piala Eropa ini sangat besar karena kami pasti bisa mengalahkan siapa pun,” tegas Bilic.
Ternyata, apa yang dikatakan sang pelatih menjadi kenyataan. Di atas lapangan, Kroasia bermain sangat bagus dan membuat Jerman kelabakan untuk membendung variasi serangannya, baik melalui kerja sama tim maupun aksi individu.
Pesta Kroasia yang 10 tahun lalu menggasak Jerman 3-0 pada perempatfinal Piala Dunia dimulai pada menit ke-24. Darijo Srna mengalahkan Marcell Jansen saat berduel menyambut umpan silang dari sayap kiri, karena bola cocorannya dengan kaki kanan tak bisa dihalau Jens Lehmann. Babak pertama berakhir 1-0.
Usai turun minum, Kroasia mempertahankan irama permainannya dan terus mencari celah mencetak gol tambahan. Benar saja, pada menit ke-62 Ivica Olic menggandakan keunggulan Kroasia setelah meneruskan bola yang memantul dari tiang gawang.
Pada menit ke-79, Lukas Podolski memberikan harapan bagi Jerman untuk mengejar ketinggalan. Tendangan voli striker Bayern Munich itu tak bisa dihalau oleh kiper Stipe Pletikosa dan skor menjadi 2-1.
Tetapi di waktu tersisa, Jerman tak bisa menambah gol. Kroasia sudah membangun tembok pertahanan yang kokoh sehingga tak bisa ditembus oleh Der Panzer.
Malah sebelum pertandingan usai, Jerman mendapat pukulan telak. Schweinsteiger diusir keluar lapangan karena langsung diganjar kartu merah menyusul pelanggaran keras (memukul) terhadap pemain Kroasia, Jerko Leko.
Kini, Kroasia yang pada laga perdana menang 1-0 atas Austria memimpin klasemen dengan nilai enam. Sementara itu, Jerman yang pada laga sebelumnya menaklukkan Polandia 2-0 berada di urutan dua, namun posisinya bisa digeser oleh Austria atau Polandia–tergantung hasil pertandingan kedua tim.
Di perempatfinal nanti, juara Grup B akan menghadapi runner-up Grup A. Sebaliknya, runner-up Grup B akan melawan juara Grup A. Dengan formasi sekarang, Jerman berpeluang bertemu dengan Portugal. (LOU)
www.kompas.com
