Ia berjanji akan mengungkapkan lagi para korban yang telah dikubur di pekarangan rumahnya di Jombang asal didampingi pacarnya yang tercatat sebagai karyawan Dinas Imigrasi di Jakarta itu. “Noval belum terkait perkara di sini (Jombang). Ia hanya ikut terlibat saat Ryan membunuh korbannya, Heri Santoso, di Jakarta. Noval menerima ponsel korban, setelah dimutilasi Ryan,” ujar penyidik itu.
Sekitar 20 menit, ditemani beberapa petugas yang berjaga dari jarak agak jauh, kedua laki-laki yang saling jatuh cinta itu sama-sama menangis, saling berbisik. Entah apa yang ada di hati mereka masing-masing, entah apa yang saling dibisikkan keduanya.
Dalam kesempatan itu, keduanya meski dengan tangan masih terborgol, kemudian saling mendekatkan wajah, berciuman. Tak hanya cium pipi kanan dan pipi kiri, melainkan juga cium bibir. Beberapa saat keduanya saling melumat bibir lawan, sembari air matanya terus meleleh di pipi mereka. “Polisi memang sengaja membiarkan mereka lebih rileks dan santai agar Ryan mau menunjukkan lokasi kuburan korbannya,” kata sumber di polisi.
Setelah membongkar enam kuburan korban di pekarangan rumahnya di Jombang, Ryan dan Noval kembali diboyong ke Polda Jatim. Keduanya tiba sekitar pukul 18.30 dan langsung dimasukkan kembali ke ruang penyidik.
Seperti sebelumnya, penggalian kemarin ditonton oleh ribuan orang yang ingin mengetahui dari dekat sosok Ryan dan Noval. Meski TKP, rumah Ryan, telah dipagari bambu di sekelilingnya, ribuan orang yang berusaha mendekat akhirnya membuat pagar itu rusak.
Para penonton yang tak kebagian tempat di dekat TKP berusaha memanjat pohon, termasuk pohon bambu yang banyak tumbuh di belakang rumah Ryan. Sejumlah orang kemudian terlihat terjatuh dari pohon dan luka meski tak ada yang parah. Keramaian di TKP itu juga membuat leluasa para pencopet beraksi. Beberapa berhasil ditangkap dan kemudian dihajar massa. (TJA/DOS/ST8/IIT/K2)
